Tren Kenaikan LNG Dunia Sentuh 5%

indonesianis

Perusahaan energi asal Belanda, Shell Corporation memperkirakan jumlah permintaan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dunia di sepanjang tahun 2017 akan menembus 278 million tonnes (MT). Angka ini naik 5% dibandingkan jumlah permintaan global terhadap LNG di 2016 yang mencapai 265 MT.

Maarten Wetselaar, Integrated Gas and New Energies Director Shell mengungkapkan penaikan permintaan LNG secara global dipengaruhi oleh kebutuhan LNG dari China dan India. Di mana negara ini tercatat menjadi dua pembeli (importir) dengan pertumbuhan angka permintaan yang paling pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Prospek untuk permintaan LNG diatur untuk tumbuh dua kali lipat terhadap tingkat permintaan gas. Kami perkiraan permintaan akan tumbuh pada level 4% sampai 5% per tahun antara tahun 2015 dan 2030,” tulis Wetselaar dalam Shell LNG Outlook 2017 yang dirilis Selasa (21/2).

Mengacu pada Shell LNG Outlook 2017, kenaikan jumlah permintaan global terhadap LNG juga dibarengi oleh pertumbuhan jumlah ekspor beberapa negara produsen. Dari risetnya, negara produsen yang mengalami penaikan dalam hal pengiriman LNG di 2016 berasal dari Australia yang berhasil meningkatkan ekspornya sebanyak 15 MT atau sekitar 33% menjadi 44,3 MT. Ada pun Amerika yang juga mampu meningkatkan jumlah ekspor LNG tahun lalu di angka 2,9 MT.

Sementara itu, dalam risetnya Shell memprediksi tren pertumbuhan ekspor LNG yang akan terjadi pada periode 2020 hingga 2030 didorong oleh: kebijakan negara-negara eksportir dan importir, keberadaan floating storage regasification unit (FSRU), serta penurunan produksi gas dalam negeri dan dibangunnya LNG skala kecil hingga peningkatan jumlah transportasi.

“Perdagangan LNG global menunjukkan fleksibilitas waktu dan (penaikan) kembali terjadi di 2016 dalam rangka menyiasati kekurangan pasokan gas nasional dan regional, serta permintaan yang muncul baru,” imbuh Wetselaar.

Sebagai informasi, total permintaan global untuk LNG sendiri telah meningkat dengan adanya penambahan enam negara pengimpor baru sejak 2015 yang meluputi: Kolombia, Mesir, Jamaika, Jordan, Pakistan dan Polandia. Sementara Cina dan India menjadi dua negara yang paling cepat berkembang dari sisi jumlah permintaan (impor) LNG di seluruh dunia hingga 35 MT dari 10 MT sejak medio 2000 awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *